FORUM KIMIA UGM
Berita terbaru:
"Sebentar lagi akan diadakan PEMIRA KMK untuk memilih ketua KMK 35 pada tangggal 5-7 Desember. jangan lupa Coblos sesuai hati nurani"

FORUM KIMIA UGM

Tempat berkumpulnya Mahasiswa, Alumni dan Dosen KIMIA FMIPA UGM
 
IndeksFAQPencarianAnggotaPendaftaranLogin
SELAMAT DATANG DI FORUM KIMIA UGM

Share | 
 

 Hardcore Mahasiswa yang Indonesia [kompasiana]

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
mamangbakpia
Maba
Maba
avatar

Male Jumlah posting : 24
Lokasi : Dimana ada layar cair berisi dot warna

PostSubyek: Hardcore Mahasiswa yang Indonesia [kompasiana]   Thu Nov 25, 2010 8:40 am

Mahasiswa menyandang
predikat sebagai Agent
of Change, Agent of
Control, dan Iron Stock.
Peranan mahasiswa
dalam mengawal
Indonesia yang
demokratis memang
tidak terbantahkan.
Sebagai pewaris bangsa
dan negara, mahasiswa
selalu menjadi yang
terdepan dalam hal
berkoar-koar menentang
kebijakan pemerintah
yang dianggap
nyeleweng.
Sejak peristiwa
reformasi 1998,
sebaiknya kita
merenungkan kembali
asas pendidikan nasional
yang tercantum dalam
logo Departemen
Pendidikan Nasional,
yaitu “Tut Wuri
Handayani.” Tentu
semoyan tersebut
mempunyai relevansi
dalam nyawa pendidikan
Indonesia. Menurut Prof.
H.A.R Tilaar, Tut Wuri
Handayani merupakan
prinsip dari pedagogik
libertarian, yaitu
menggugah kesadaran
mahasiswa untuk dapat
memilih dan
bertanggung jawab
terhadap perkembangan
pribadi maupun dalam
mewujudkan tujuan
bersama dari kehidupan
berbangsa dan bertanah
air.
Sebagai remaja – juga
mahasiswa, saya
merasakan sendiri
dentuman akibat dari
lahirnya Aufklärung
(pencerahan) – biasa
diterjemahkan sebagai
enlightenment project
(proyek pencerahan) – di
Benua Amerika sejak
abad ke-17 sampai
pertengahan abad ke-19.
Aufklärung mencetak
manusia dengan
“ bumbu” yang modern.
Manusia yang
mengidam-idamkan
avonturisme, kekuasaan,
pertumbuhan, dan
transformasi duniawi.
Realita seperti ini juga
telah ‘membungkam’
frame of thingking
mahasiswa. Dan
selanjutnya mahasiswa
akan digiring ke dalam
culture of banatly
(budaya kedangkalan) di
mana segala informasi
yang mereka terima
langsung dicerna
mentah-mentah, tanpa
diproses, diverifikasi, dan
didalami dengan logika
kerja pikiran.
Yang terlihat saat ini,
menurut Abdul Razak,
mahasiswa tidak lagi
‘ menyentuh’ literatur
atau bacaan sebagai
frame of reference
mereka. Melainkan
opinion leader, yaitu
orang yang dianggap
mewakili suatu
kompetensi tertentu.
Rektor Universitas Islam
Negeri (UIN) Jakarta,
Prof. Komaruddin
Hidayat, menjelaskan
bahwa hal tersebut
disebabkan oleh budaya
baca-tulis di Indonesia
yang belum mapan.
Indonesia terlalu akrab
dengan tradisi lisan dan
orasi. Di saat budaya
baca-tulis masih lemah,
Indonesia sudah diserang
dengan berbagai produk
elektronik dengan
visualisasi yang lebih
menarik. Maka, dari
budaya orasi dan lisan,
kita langsung melompat
masuk ke budaya
menonton. Sehingga
mahasiswa – termasuk
masyarakat – lndonesia
tidak terbentuk sebagai
reading society
(masyarakat baca).
Virus Hedonisme
Hedonisme memiliki
pengertian sebagai suatu
kesenangan terhadap
hal-hal yang bersifat
temporarry (sementara),
sehingga orang terjebak
untuk tidak mampu
bersikap sabar dan gagal
membangun asketisme.
Dewasa ini mahasiswa –
termasuk saya pribadi –
lebih “mencintai”
tayangan dan hal-hal
yang bersifat
entertainment, gosip,
jingkrak-jingkrak
menyaksikan konser
musik rock, dan hal-hal
yang melemahkan
mereka dalam
membangun kepribadian
mereka sendiri.
Gaya hidup hedonis yang
melekat pada mahasiswa
terbukti berhasil
melonggarkan pertalian
pendidikan sebagi bagian
dari kebudayaan.
Mungkin rasa we felling
atau rasa “kekitaan”
yang dikumandangkan
Benedict Anderson
sebagai rasa
nasionalisme di dalam
suatu imagined
community (masyarakat
yang diimajinasikan)
sedang sekarat dibenak
mahasiswa. Pancasila
pun sudah jarang
menjadi jargon
mahasiswa untuk
ditelaah, dikaji, apalagi
menjalankan nilai-nilai
luhur Pancasila.
Seharusnya mahasiswa
Indonesia mampu
berpendidikan ditengah-
tengah tradisi tanpa
harus bersikap
tradisional. Dengan
hardcore lokal,
mahasiswa akan lebih
mampu menembus
barikade keilmuan
menuju intelektualitas
yang global.
Selain mendiskreditkan
kebudayaan, virus
hedonisme juga telah
memangkas makna tri
dharma perguruan tinggi
yang mengacu pada tiga
aspek pengetahuan
menurut Perkins, yaitu
aquicition, transmission,
dan application.
Mahasiswa seharusnya
familiar dan bergaul
dengan penjelajahan
pemikiran dan
intelektual yang
interdisipliner. Namun,
realita yang ada sangat
bertolak belakang dari
seharusnya. Mahasiswa
ogah “mengunyah”
tulisan-tulisan Lenin,
Jean-Jacques Rousseau,
Karl Marx, Plato,
Aristoteles, Hanafi,
Fajrul Rahman, Cak Nur,
Tilaar, dan Gus Dur.
Mahasiswa sekarang
lebih menyukai musik
pop daripada musik
gamelan, lebih cinta
Jeans daripada batik, dan
masih banyak lagi
hardcore mahasiswa
Indonesia yang tidak
“ Indonesia.”
Gejala hedonisme sudah
“ melahap” hampir
seluruh mahasiswa
diperkotaan dan daerah-
daerah. Hedonisme juga
telah mengerutkan
kapasitas moral
mahasiswa. Mungkin
mahasiswa yang benar-
benar “Indonesia” sudah
punah di dekade 90-an?
Atau mereka belum
menyadari bahwa pusat
lahirnya peradaban
dunia adalah Indonesia?
Prof. Arysio dalam
bukunya, Atlantis; The
Lost Continent Finally
Found – saya baru baca
separuh – menyuguhkan
informasi tentang
kebenaran bahwa
Atlantis adalah
Indonesia, Negara kita.
Adalah tugas mahasiswa
– termasuk saya – untuk
mengulang peradaban
Eden, nenek moyang
kita. Sekaligus sebagai
pewaris tunggal
nusantara. Kenapa kita
harus memakai “baju”
orang barat kalau kita
memiliki “baju” sendiri?
Tut Wuri Handayani
Pedagogik libertarian
yang “diracik” Prof.
H.A.R Tilaar merupakan
prinsip yang “fitrah” dari
asas pendidikan kita, Tut
Wuri Handayani.
Sehingga posisi pendidik
sebagai pembimbing –
yang selalu didepan –
akan bergeser menjadi
pendorong dari
belakang, yaitu Tut Wuri
Handayani itu sendiri.
Pendidikan tinggi yang
digerakkan mahasiswa,
menurut pandangan
oppositional pedagogy
tulisan Gregory Jay dan
Gerald Graft, A Critique
of Critical Pedagogy –
yang saya kutip dari
buku Prof. H.A.R Tilaar –
menyatakan bahwa
pendidikan tinggi
mengusung harapan
yang besar untuk
menghasilkan manusia-
manusia – maksudnya
mahasiswa – Indonesia
yang dapat berdiri
sendiri, yang tidak dapat
dihanyutkan tanpa arah
oleh arus globalisasi atau
kepentingan-
kepentingan korporasi
internasional.
Sudah saatnya
mahasiswa Indonesia
“ ngaji” Pancasila dan Tut
Wuri Handayani serta
memosisikan pendidikan
didalam tradisi, tanpa
harus berpandangan
tradisional. Salah satu
dari prinsip inside out
yang ditawarkan Prof.
H.A.R Tilaar mungkin
wajib ditanamkan dalam
jiwa mahasiswa
Indonesia sekarang juga,
yaitu proses belajar yang
dialogis dengan
menggunakan prinsip Tut
Wuri Handayani yang
mencakup tiga wilayah
garapan; life sciences,
natural sciences &
technoloy, dan
information sciences.
Ketiga “lahan” garapan
tersebut akan subur jika
generasi mudanya
mampu mengelola
dengan baik. Namun
“ lahan” garapan
tersebut akan puso
apabila generasi
penerusnya tidak mampu
mengolah dengan baik.
Dengan demikian,
hardcore mahasiswa
Indonesia yang Indonesia
akan lahir.
Kembali Ke Atas Go down
http://www.facebook.com/chemistryfreak
anugrah_rhzky
Mahasiswa Tahun Pertama
Mahasiswa Tahun Pertama
avatar

Male Jumlah posting : 33
Lokasi : yogyakarta

PostSubyek: Re: Hardcore Mahasiswa yang Indonesia [kompasiana]   Mon Nov 29, 2010 8:04 pm

mamangbakpia tu budi 09 kan? denger2 kamu jadi panitia WISDOM 2010 UGM ya?

gmn rasanya jadi panitia wisdom bro? hehehe
Kembali Ke Atas Go down
mamangbakpia
Maba
Maba
avatar

Male Jumlah posting : 24
Lokasi : Dimana ada layar cair berisi dot warna

PostSubyek: Re: Hardcore Mahasiswa yang Indonesia [kompasiana]   Mon Nov 29, 2010 9:14 pm

anugrah_rhzky wrote:
mamangbakpia tu budi 09 kan? denger2 kamu jadi panitia WISDOM 2010 UGM ya?

gmn rasanya jadi panitia wisdom bro? hehehe

belum dimulai bapak sekjend, kemarin kan diundur, Insya Allah dimulai tgl 5 Desember nanti..
Kembali Ke Atas Go down
http://www.facebook.com/chemistryfreak
Rooney0604
Mahasiswa Tahun Kedua
Mahasiswa Tahun Kedua


Male Jumlah posting : 68

PostSubyek: Re: Hardcore Mahasiswa yang Indonesia [kompasiana]   Wed Dec 15, 2010 6:42 pm

mamangbakpia wrote:
anugrah_rhzky wrote:
mamangbakpia tu budi 09 kan? denger2 kamu jadi panitia WISDOM 2010 UGM ya?

gmn rasanya jadi panitia wisdom bro? hehehe

belum dimulai bapak sekjend, kemarin kan diundur, Insya Allah dimulai tgl 5 Desember nanti..

Bisa di ceritain gmn wisdom kmrn ? ada cerita menarik untuk di bahas ??
Kembali Ke Atas Go down
ajoen
- Moderator -
- Moderator -
avatar

Male Jumlah posting : 376
Lokasi : JOGJA

PostSubyek: Re: Hardcore Mahasiswa yang Indonesia [kompasiana]   Wed Dec 15, 2010 8:57 pm

hooh, apa ada acara makan-makan gtu ? tongue
Kembali Ke Atas Go down
http://ajoen-online.blogspot.com/
Sponsored content




PostSubyek: Re: Hardcore Mahasiswa yang Indonesia [kompasiana]   

Kembali Ke Atas Go down
 
Hardcore Mahasiswa yang Indonesia [kompasiana]
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1
 Similar topics
-
» Alutista angkatan perang Indonesia ternyata yang terkuat di Asia...
» 20 Alasan Kita Cinta Indonesia
» CC Motor Yang Diperbolehkan
» Bahasa Indonesia bahasa tersulit apa tergampang yaa...?
» Bagaimana jika judul top 100 film luar negeri diterjemahkan ke bahasa Indonesia?

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
FORUM KIMIA UGM :: PERKULIAHAN :: DISKUSI KAMPUS-
Navigasi: